Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ini Dia Perbedaan Portrait dan Landscape

Perbedaan portrait dan landscape jangan sampai keliru. Salah satu aspek penting dan utama yang perlu dipahami, ketika ingin membidik gambar atau mengambil foto adalah orientasinya. Orientasi ini merujuk pada ukuran tinggi dan lebar sebuah foto.

Orientasi gambar tentunya dipengaruhi beberapa aspek. Salah satunya tujuan pengambilan foto, serta perangkat yang digunakan. Sehingga apa yang ingin ditonjolkan pada gambar tersebut, bisa semakin jelas dan tampak nyata.


Apa itu Portrait?


Portrait merupakan suatu fungsi pada foto, yang mampu menghasilkan gambar menjadi bentuk vertikal. Bentuk ini berarti tegak lurus atau memanjang dari bagian atas ke bawah.

Umumnya, hasil gambar ini sangat pas untuk membidik objek seperti foto model, yang diambil secara vertikal agar tampak jenjang.

Salah satu shape paling menonjol dari foto portrait, memiliki kecenderungan menampakkan ekspresi subjek foto.

Apa itu Landscape?


Landscape sendiri merupakan sebuah fungsi pada foto yang berkebalikan dengan portrait. Jika orientasi portrait vertikal atau atas ke bawah. Maka landscape orientasinya horizontal atau lebar ke samping.

Bagian yang menjadi perbedaan portrait dan landscape, orientasi konsep landscape ini, sangat pas untuk objek pemandangan atau pengambilan gambar banyak orang di kerumunan. Pada KBBI, “landscape” merupakan bentuk tidak baku dari istilah “landscape”, yang artinya “tata ruang di luar gedung” atau merujuk pada pemandangan alam.

Dengan begitu, akan semakin banyak objek yang termuat. Karena setiap frame foto telah digabungkan untuk membentuk satu kesatuan.

Perbedaan foto Portrait dan Landscape


Pada dasarnya, konsep portrait foto memiliki orientasi tinggi lebih banyak. Jika kamu bandingkan dengan ukuran lebarnya. Sedangkan konsep foto landscape, orientasi lebarnya lebih banyak jika dibandingkan ukuran tingginya. Berikut ini paparan perbedaan portrait dan landscape apabila dicermati dari beberapa aspek.

Aspek Orientasi

Seperti sudah tertera di atas tadi, orientasi pada foto portrait diambil secara vertikal atau tinggi ke atas. Sedangkan pada foto landscape, orientasinya diambil secara horizontal atau lebar ke samping.

Aspek Fungsi Pengambilan Gambar

Konsep portrait sangat pas untuk mengambil objek tunggal. Seperti misalnya mengambil foto model, agar kakinya tampak lebih jenjang. Untuk membidik bangunan tinggi, terutama pengambilan dari bawah ke atas. Hingga menjepret tower atau menara.

Sehingga hasil jepretan bisa tampak unik dan terkesan lebih nyata. Orang yang melihat pun semakin terkesan dengan hasil tersebut.

Berbeda halnya dengan konsep landscape. Foto landscape sangat pas untuk mengambil objek pemandangan yang luas, dan daratan atau bidang berukuran lebar.

Selain itu, konsep landscape ini sesuai untuk mengabadikan foto sekelompok orang. Bisa dalam suatu kerumunan atau acara foto bersama. Sehingga semua objek yang termuat di dalam foto, bisa tampak jelas dan kompak.

Aspek Teknik Pengambilan Foto yang Berbeda

Untuk mendapatkan hasil foto portrait, kamera atau ponsel pintar sebaiknya dipegang dalam posisi tegak lurus ke atas. Sedangkan agar bisa mendapatkan hasil foto landscape, kamera atau ponsel pintar dipegang dalam posisi miring. Baik konsep portrait maupun landscape, semuanya mempengaruhi komposisi foto secara langsung.

Setelah memahami uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa mengambil foto portrait maupun landscape tentu harus dengan pertimbangan. Hal ini bertujuan agar foto yang dihasilkan bisa semakin unik, cantik, dan menarik.

Beberapa pertimbangannya seperti tonjolkan pesan yang ingin dimuat dalam gambar. Cermati subjek atau objek fotonya sehingga lebih terarah. Jangan lupa untuk memperhatikan jarak bidikan. Kemudian yang tidak kalah penting adalah kecenderungan gaya fotografis atau karakter. Sekian penjelasan tentang perbedaan portrait dan landscape. Semoga informasi ini bermanfaat

Posting Komentar untuk "Ini Dia Perbedaan Portrait dan Landscape"

close