Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Take Over Kredit Mobil Bank Mandiri dengan Aman

Melakukan take over kredit mobil Bank Mandiri bisa menjadi solusi untuk orang-orang yang membutuhkan kendaraan mobil namun memiliki anggaran terbatas. Take over kredit merupakan kondisi dimana mobil masih belum lunas kreditnya, namun dilanjutkan orang lain karena pemiliknya tidak mampu melunasi.

Take over kredit mobil ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Terdapat sejumlah tata cara yang harus dilaksanakan oleh calon pembeli dan penjual mobil dan hal tersebut wajib dipatuhi keduanya. Tentunya, ada juga kelebihan dan kekurangan dari over kredit. Yuk simak pembahasannya!


Cara Melakukan Take Over Kredit Mobil di Bank Mandiri


Jika calon pembeli sudah menemukan seseorang yang ingin melakukan over kredit, keduanya tidak boleh langsung menemui pihak bank begitu saja. Keduanya harus berdiskusi mengenai harga jual serta uang pengganti mobilnya, seperti biaya down payment, administrasi take over, serta asuransi mobil.

Jika terdapat denda dalam angsuran sebelumnya, penjual harus menyelesaikannya terlebih dahulu, sebab hal itu merupakan kelalaian pemilik sebelumnya. Apabila urusan keuangan pengganti telah selesai, baik pembeli maupun penjual bisa langsung menemui pihak bank untuk melakukan over kredit. Begini cara melakukannya:

  • Menghubungi kantor cabang. Penjual dan pembeli mobil bisa langsung menghubungi kantor cabang Bank Mandiri yang menjadi tempat penjual mengkredit mobilnya. Sampaikanlah maksud dan tujuan keduanya pada bank, nantinya pihak bank akan memberitahukan persyaratan yang harus dilengkapi.
  • Mencari tahu sisa pokok pinjaman. Pastikan ulang mengetahui berapa nilai angsur, waktu pelunasan, dan denda angsurannya. Tanyakan juga mengenai biaya yang harus dibayarkan pada bank mengenai urusan over kredit ini.
  • Menunggu perhitungan simulasi cicilan. Pihak bank akan mulai menghitung simulasi cicilan sesuai dengan kemampuan finansial pembeli yang baru. Pada proses ini, bank akan ditentukan tenor dan bunga pinjamannya, biasanya bank akan mematok cicilan 35% dari penghasilan.
  • Melampirkan persyaratan. Dokumen berisi KTP dan KK, rekening listrik/PBB, rekening telepon, serta rekening koran 3 bulan terakhir. Selain itu, lampirkan juga slip gaji, NPWP, termasuk catatan kredit yang bersih di BI Checking SLik OJK.
  • Menandatangani dokumen. Jika semua sudah diproses, bank akan melakukan survey pada calon pembeli baru. Apabila kredit sudah disetujui, pembeli akan menandatangani sejumlah dokumen seperti akad kredit baru, biaya mengurus di notaris, dan biaya dari asuransi kredit. Prosesnya berlangsung 1-2 hari saja.

Kelebihan dan Kekurangan Melakukan Take Over Kredit Melalui Bank Mandiri


Keuntungan dari melakukan take over kredit mobil Bank Mandiri adalah harganya yang lebih murah dari pasaran. Tentunya, periode mencicil mobil juga akan jauh lebih pendek dibandingkan dengan pembeli pertama. Selain itu premi asuransinya lebih murah, sebab usia mobil masih muda.

Kekurangannya sendiri yaitu tidak ada jaminan mengenai bagaimana kualitas mobil yang akan dibeli. Biaya yang dibutuhkan untuk administrasi balik namanya pun cukup besar. Dan jika take over tidak dilakukan dengan benar, akan sangat berpotensi menimbulkan masalah di masa depan.

Namun dibalik kelebihan dan kekurangan yang ada, melakukan take over melalui bank lebih aman dan legal bagi penjual ataupun pembeli. Take over kredit yang dilakukan tanpa sepengetahuan bank oleh penjual dan pembeli merupakan tindakan yang tidak diperbolehkan dan melanggar hukum.

Itulah cara take over kredit mobil Bank Mandiri dengan aman beserta kelebihan dan kekurangannya. Dengan over kredit, mobil impian bisa dibeli dengan harga yang lebih murah. Untuk kenyamanan, carilah juga penjual mobil yang sekiranya amanah dan mudah diajak bekerja sama.

Posting Komentar untuk "Cara Take Over Kredit Mobil Bank Mandiri dengan Aman"

close