Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengajukan Pinjaman Bank CIMB Niaga dengan Jaminan AJB

Di saat sudah banyak bank yang tidak menerima AJB sebagai jaminan pinjaman, CIMB Niaga masih memperbolehkannya sebagai bentuk kepercayaannya pada konsumen. Pinjaman Bank CIMB Niaga jaminan AJB ini dilayani melalui jalur Kredit Mikro Utama. Hal ini tentunya sangat membantu kehidupan masyarakat.

AJB sendiri merupakan akta jual beli, yang biasanya diperoleh saat membeli tanah ataupun properti. Namun yang harus dimengerti adalah AJB bukanlah sertifikat tanah, melainkan merupakan bukti adanya peralihan hak tanah dari proses jual beli. Lantas, bagaimanakah mengajukan pinjaman menggunakan AJB?


Cara Mengajukan Pinjaman Bank CIMB Niaga dengan Jaminan AJB


Bank CIMB Niaga memberikan dua jenis pinjaman, yaitu pinjaman beragunan dan kredit tanpa agunan. Untuk pinjaman beragunan, banyak hal yang bisa penggunanya jadikan sebagai jaminan dari pinjamannya tersebut. Jaminan bisa berupa BPKB, sertifikat rumah, dan surat-surat berharga, termasuk AJB tanah.

Nantinya, pengguna bisa memperoleh pinjaman mulai dari 20 juta-1 miliar rupiah. Untuk waktu pengembalian dananya sendiri berkisar 12-60 bulan, dan tentunya bunganya lebih rendah dibandingkan dengan pinjaman tanpa agunan. Lantas, bagaimana cara mengajukan pinjaman Bank CIMB Niaga jaminan AJB? Simak pembahasannya:

  1. Pastikan skor kredit yang pengguna miliki bagus. Skor kredit sendiri adalah riwayat kredit atau pinjaman yang pernah lakukan sebelumnya. Bank akan mempertimbangkan pinjaman diberikan atau tidak berdasarkan hal tersebut.
  2. Mendatangi Bank CIMB Niaga terdekat. Sampaikan maksud dan tujuan pinjaman pada pihak bank dengan meyakinkan. Jelaskan apa alasan mengapa meminjam di bank tersebut dan jelaskan bagaimana prospek usahanya. Jika bisa, siapkan proposal bisnis sebagai tanda kesungguhan.
  3. Melengkapi persyaratan peminjaman. Dokumen yang diminta biasanya berupa fotokopi KTP, fotokopi NPWP, fotokopi buku tabungan, KK, laporan keuangan, slip gaji, beserta dokumen pendukung. Dalam hal ini peminjam bisa menggunakan AJB.
  4. Mengajukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan. Ada kemungkinan pinjaman tidak diberikan jika bank menilai bahwa dengan penghasilan sekian, peminjam tidak mungkin dapat melunasi jumlah angsurannya. Hal ini dilakukan bank sebagai bagian dari manajemen resiko.
  5. Menentukan tenor atau jangka waktu pinjaman. Menentukan tenor adalah bagian yang cukup tricky. Cicilan bertenor lama memiliki cicilan yang rendah, namun bunga yang ditanggung lebih besar. Semakin singkat tenor, beban bunga lebih kecil.
  6. Menunggu persetujuan. Jika semua persyaratan sudah dilengkapi peminjam tinggal menunggu pinjaman disetujui atau tidak oleh pihak Bank CIMB Niaga.

Kriteria AJB yang Dijadikan Jaminan


Hal yang akan dijadikan jaminan harus memiliki nilai yang bisa digunakan untuk menutupi jumlah pinjaman jika terjadi sesuatu. Tidak sembarang akta jual beli bisa dijadikan sebagai jaminan pinjaman di bank, tentunya dibutuhkan AJB berkedudukan kuat. Berikut kriteria AJB yang dibutuhkan:

AJB harus berada di atas sertifikat hak milik (SHM) dari pemilik sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa tanah tersebut memiliki dasar hukum, dan mencegah terjadinya masalah dikemudian hari.

Akta jual beli haruslah dibuat oleh petugas Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) guna menjamin kekuatan hukumnya. Petugas PPAT akan memastikan dahulu bahwa tanah yang akan berpindah hak milik tersebut tidak memiliki masalah apapun. AJB jelas tidak dapat dibuat sembarang orang.

Itulah cara mengajukan pinjaman Bank CIMB Niaga jaminan AJB untuk Modal Usaha beserta kriteria AJB-nya. Dengan cara di atas, pengguna bisa meminjam dana dengan resiko yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pinjaman jenis lainnya. Modal didapat, rasa aman pun terpenuhi.

Posting Komentar untuk "Cara Mengajukan Pinjaman Bank CIMB Niaga dengan Jaminan AJB"

close